Arsip | kota palembang RSS feed for this section

Jogging.laughing.shoping. situgunting !

29 Mar

Jogging.walking.laughing.shoping.situgunting !

Judul yang memaksa bukan ?? karena mau nyamain ing.ing, jadi saya ubah situ gintung menjadi situgunting. Hahaha :)

*Pagi.pagi setelah sholat subuh*

Ibu mengajak saya untuk berolahraga pagi ini, lari pagi sampai ke pasar yang ada di deket rumah. Rencananya sembari olahraga, sekalian bisa langsung belanja ke pasar. Bak pepatah “Sekali mendayung, dua – tiga pulau terlampaui” atau “sambil menyelam minum airatau yang menang jadi arang yang kalah jadi abu lahloh ???!!!

Hmmm, sebenarnya saya sangatlah jarang berolahraga. Tapi ibu saya sekarang mendisiplinkan saya untuk berolahraga walaupun hanya pada hari libur. Alasannya Cuma karena saya mengeluh badan saya sakit.sakit dan mau rontok setelah ikut OR TBMS. Ibu saya malah mengklaimkan bahwa itu memang salah saya, karena selama ini nggak terbiasa berolahraga, kira-kira udah 4 bulanan saya tidak berolahraga setelah duduk di bangku perkuliahan *alasan!*.

Hari ini hari pertama pendisiplinan olahraga yang diterapkan ibu saya, langsung saja saya berganti kostum dari piyama menjadi training dan kaos yang agak kelonggaran. Begitu pula ibu saya yang sudah siap lebih dulu dari saya. Setelah saya siap unuk berolahraga, langsung saja saya dan ibu saya keluar rumah sambil berlari.lari kecil seperti anak balita yang sedang bermain bersama teman.temannya.

Kita berlari dan teruskan berlari .. *nyanyi dengan nada SOS*

Hingga sampailah ke pasar yang menjadi tujuan kedua pagi ini.

Oh iya, kebetulan pasar tradisional Lemabang yang ada di dekat rumah saya itu baru saja ditertibkan, and dipindah lokasikan ke tanah yang menurut saya sangat sempit untuk dijadikan pasar, selain tanah yang sempit, jalan menuju pasar tersebut hanya setapak, sempit, padahal para konsumen bisa mencapai hitungan dengan angka ratusan. Bisa dibayangkan betapa sempitnya dan berdesak.desakkannya pasar tersebut.

Kebetulan Ibu saya belum pernah menginjakkan kakinya ke lokasi pasar yang baru tersebut. Dan ia penasaran dengan kondisi pasar yang selama ini hanya didengarnya dari cerita ibu.ibu kompleks lainnya. Akhirnya, hari ini ibu saya berhasil mempengaruhi saya untuk menemaninya berbelanja kepasar. Huhhh, ternyata ada udang di balik batu. Hahaha :) .

Seperti yang telah saya ceritakan di atas, baru sampai di jalan setapak menuju pasar saja, orang-orang sudah berdesak.desakkan, yang lebih parah lagi ternyata yang melalui jalan setapak itu bukan hanya kaki.kaki para pembeli, namun kendaraan beroda dua pun tak mau kalah ikut menyelinap di jalan setapak nan sempit itu. Paadahal jelas-jelas di pangkal jalan setapak tersebut terpasang plank bertuliskan “Kendaraan Bermotor dilarang Lewat !”. Hmm, mungkin mereka nggak bisa baca kali ya? Atau memang benar mengenai statement yang selama ini banyak teman.teman saya anut, yaitu “Peraturan dibuat untuk dilanggar”. iiii wawww. Ga deh. Kalo gag mau di atur, cari aja tempat lain yang tidak memiliki aturan. Gag mungkin dapet dehh, di tiap tempat pasti ada peraturan yang wajib di ikuti, seperti kata pribahasa Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

Setelah bersusah-susah melewati jalan setapak demi satu tujuan yaitu PASAR, sampailah ke depan pintu gerbang kemerdekaan *mirip UUD 1945*, maksud saya sampailah ke gerbang pasar yang ternyata memang benar, jalanan di dalam pasar semakin bertambah kecil, mengerucut ! ibu dan saya masih terus berusaha untuk menembus benteng para pembeli lainnya, dan akhirnya sampailah ke dalam pasar. Ooohhhh, perjuangan belum berakhir, ternyata pasar tersebut bersekat.sekat, tidak seperti pasar-pasar tradisional lainnya yang hanya menggelar lapak saja. Namun sekat-sekat ini menjadikan pasar tersebut semakin sempit dan menyulitkan kita untuk bergerak.

STUCK . saya dan ibu saya terperangkap di sekat salah satu penjual sayurmayur. Tidak bisa bergerak ! untuk beberapa menit saya dan ibu saya memandang berkeliling keadaan pasar yang sangat padat itu, menerawang jauh ke dalam pasar, namun tampaknya yang ada di benak saya dan ibu hanya keramaian proses jualbeli antara pembeli dan pedagang. Keramaian dan ketidakramahan penjual di pasar tersebut menyurutkan niat ibu saya untuk berbelanja. Akhirnya tanpa berpikir panjang ibu mengajak saya keluar dari pasar dan membatalkan rencana berbelanjanya. Dan ia berkata “Kita belanja di warung bu lina be !”. hahahaha :] ibu saya tidak tahan dengan keadaan berdesakkan di pasar tersebut. Hihihi, salah sendiri, kan emang biasanya nggak pernah ke pasar, mau nekat-nekatan ke pasar juga. Apalagi hari libur yang tentu saja pembeli akan lebih ramai dari hari.hari biasanya.

Yang penting saya dan ibu sudah pernah merasakan rasanya berdesak.desakkan di pasar. Hmmm,, sayangnya hari ini saya nggak bawa kamera ataupun handphone, kan sekalian bisa mengabadikan moment pasar yang sangat ramai ini.

.

That’s 1st experience jogging and shoping with my mom :)

Laughing at all :)

Hmmm,, kenapa kali ini saya banyak menuliskan pepatah ? mungkin karena hati saya sedang dipenuhi bunga-bunga *emangnya taman, penuh bunga.bunga*

.

Oh iya.

Saya turut berduka atas musibah yang terjadi di situ gintung, yang telah menelan korban sebanyak 91 orang (hingga pagi ini) dan telah menghancurkan banyak sekali rumah penduduk. Namun, satu lagi kakuasaan Allah ditunjukkan, sebuah masjid di situ gintung tatap utuh tak bergetar walaupun sudah diterjang derasnya air dari tanggul yang jebol itu. Subhanallah . masjid-masjid yang merupakan rumah ALLAH memang selalu menjadi tempat berlindung bagi umatnya. Mudah-mudahan ada hikmah di baik musibah ini. Peringatan nih buat kota Jakarta mengenai tata kotanya yang emang bener-bener nggak tertata :)

Hmmm, situ gintung kan deket pesanggrahan ? iii waw. Sekolah saya dulu kan di seputaran sana ! tapi kayaknya air tanggul tersebut nggak sampai ke daerah sekolah saya deh. Hhehe :)

Buat temen.temen saya terutama anak2 DABORS 73 Jaksel angkatan 31 yang rumahnya atau kostannya terkena musibah situ gintung, saya turut berduka :( . Mudah.mudahan gag ada yang jadi korban, dan kalian harus tetep SEMANGAT !

Life is never flat ! *ooh iyaa, it’s new tag of my blog :) , perubahan dari “Life is Journey mjd Life is Never Flat, semuanya tentang kehidupan*

I miss my junior school mate :) reuninya sekali.kali di Palembang dongg. Jangan di Jakarta mulu, gag punya duit niih buat iku reunian. Hahahaha :)

LOVE TROYSHUNO PERSONIL . ANNAUND DE BIGGEST TROYSHUNO . SANJOE ICHI . TIGASATU .

*bukan kampanye loohh,, hahaha :) *

Buat temen.temen PDU FK UNSRI 2008, seminggu lagii kita ujian blok 5 !! semangat . semoga semuanya lancar.lancar saja . dan IPK kita bertambah baik . amiinn .

Cheerrrsss !

phiipotterpoona

my town my life [PALEMBANG]

8 Mar

Palembang kota BARI, Bersih Aman Rapi Indah, itulah TAG buat kota yang sedang berkembang ini. Tapi, tag ini mungkin hanya dikenal akrab oleh warga kota Palembang saja, belum familiar di telinga penduduk kota lainnya. Namun, kota yang mengagung-agungkan kata “Sriwijaya” terutama laskar wong kito ini lebih dikenal akan makanan tradisionalnya yang berbahan dasarkan sagu dan ikan sebagai komponen utama pemberi rasa sedap makanan ini, that’s also one of my favorite food. Can you guess what food I mean? Yes, it’s Pempek. Selain terkenal dengan makanan lezatnya, my hometown ini juga terkenal dengan AMPERAbridge yang bisa dianalogkan keindahannya dengan London Bridge di London sana +jiaaah, maksaa !, ampera mah kebanting dari London Bridge+

Begitulah penduduk Palembang, sangat bangga akan jembatannya yang satu ini. Yaa, itung-itung kenang-kenangan dari pemerintahan belanda pada zaman dahulu kala. (belanda apa jepang ataw portugis yaa? Huuu, im forget about it :)
Now, I let u showed the metamorph of Kota Palembang, since jaman Baheula hingga perkembangannya kini.
Start ed with metamorph of Masjid Agung Palembang
——————————————————————————————————————————————
Masjid agung Palembang yang berada di pusat kota Palembang dan bertempat tak jauh dari sungai Musi ini dibangun pada 1 JumadilAkhir 1151 H atau bertepatan dengan tanggal 26 Mei 1746, pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin 1. Namun sebenarnya, masjid agung yang selesai dibangun pada 28 JumadilAwal 1161 H ini terletak bersebelahan dengan sungai Tempuruk yang ditimbun dengan tanah dan kemudian diaspalkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1390 silam.

masjid agung kini

masjid agung kini

Lihat deh the metamorph of masjid agung, dari yang sangat sederhana, mjdi masjid agung nan indah dan enak dipandang mata itu, terlebih lagi bundaran airmancur yang tergolek indah tepat di depan masjid agung. What a precious place. That’s one of best masjid in Palembangcity

Next, metamorph of AmperaBridge
——————————————————————————————————————————————
That’s so amazing, jembatan ampera yang dahulu kala sepertinya dibangun oleh pemerintahan hindia Belanda dan difungsikan untuk jembatan penyebrangan yang mempermudah proses perdagangan hindiabelanda saat itu kini benar-benar sangat indah, terutama bila dilihat pada malam hari. It looks like the duplicate bridge from jembatan London, hahaha :) , begitu indahnya, sehingga banyak sekali pasangan muda-mudi yang rela menghabiskan waktunya berjam-jam untuk memanjakan mata mereka menikmati pemandangan Ampera bridge beserta sungai Musi yang membentang dibawahnya ini. Memang sungguh terlihat cantik di malam hari.

ampera kinii

ampera kinii

Check out the metamorph pict of amperaBRIDGE

ampera metamorph

ampera metamorph

The other metamorph of Palembang city is Benteg Kuto Besak yang awalmulanya berfungsi untuk benteng pertahanan dari serangan para penjajah dahulu, beralih fungsi menjadi tempat wisata kota Palembang kini.

——————————————————————————————————————————————

kotapalembang

kotapalembang

Sedangkan gambar yang berada di sebelahnya itu merupakan gambar kantor walikota yang sejak awal diciptakannya merupakan kantor leding, yang berubah fungsi menjadi kantor walikota Palembang hingga kini.

Pokokya masih banyak lagi perubahan-perubahan yang dicanangkan di kota Palembang ini, tentunya perubahan kea rah yang lebih baik lagi. Namun, seiring perubahan-perubahan dan usaha untuk memperindah kota tersebut, banyak sekali hal-hal yang menjadi semakin memburuk. Palembang bagaikan kota metropolitan yang sibuk. Apalagi setelah pancanangan program Visit Musi 2008 lalu, semakin banyak jutawan yang bersaing untuk mendirikan hotel-hotel mewah, mall-mall yang besar, taman-taman kota tempat pasangan muda-mudi berpacaran, jalan-jalan raya yang semakin macet, bahkan tindak criminal pun seringkali terjadi di tengah keramaian kota saat ini.

Ini bukan berarti saya tidak suka akan kemajuan kota Palembang lho, im very proud of palembang’s improvement. Pokoknya bangga deh ! namun sedikit menyesalkan efek dari kemajuan my hometown ini, one of that is traffic jam. Membuang-buang waktu berjam-jam hanya karena kemacetan jalan raya. Huuufffttt. Malaas rasanya !
Yaa begitulah hukum di dunia ini, selalu ada hal negative bila ada hal yang positif. Tinggal kita saja yang harus membuat agar hal positif lebih dominant, dan hal negatifnya resesif. Ukaiii :)
iLOVEmyhometown

cheeerrrrsss !
phiipotterpoona

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.