ponari dan Batu Bertuah


Ponari kini masih menjadi idola. Walaupun tempat praktik pengobatannya sudah ditutup, tetapi masyarakat masih rela menunggu sang bocah berhari-hari. Mereka rela bermalam di rumah-rumah yang berada di sekitar rumah Ponari. Siang malam mereka menunggu walaupun tempat praktik itu tak kunjung buka.
Demi untuk membubarkan pasien, maka pihak desa dan keluarga membuat bermacam-macam issue, termasuk issue mengenai sakitnya si bocah. Ternyata, yang sakit bukanlah Ponari, melainkan ayahnya, yaitu Pak Kamsin. Bapak Ponari ini harus dirawat dirumah sakit setelah terjadinya pertikaian antara orangtua Ponari dengan pemilik rumah yang ditempati Ponari. Pemilik rumah, yaitu Pak Daud, tidak setuju dengan keputusan yang diambil oleh pihak keluarga Ponari untuk menutup tempat praktek dan menginginkan Ponari kembali ke masamasa kecilnya. Kamsin merasa bahwa anaknya telah di eksploitasi dan dimanfaatkan oleh sang pemilik rumah. Karena ternyata selama ini Daud lah yang mengatur sistem pengobatan yang dilakukan oleh Ponari ini. oleh karena itu, si pemilik rumah tepatnya pak Daud berkeberatan bila praktek pengobatan Ponari ini ditutup. Sehingga terjadilah keributan antara pihak keluarga dan pemilik rumah, sehingga menjatuhkan korban, yaitu ayah Ponari sendiri yang kini harus secara intensif dirawat dirumah sakit. Dengan kejadian ini, Ponari dan ibunya mendatangi kantor polisi untuk melaporkan kasus penganiayaan terhadap ayahnya.
Kak Seto dari komnas anak pun ikut bicara, dan memberikan masukan agar praktek pengobatan Ponari dibuatkan jadwal yang tersistematis, agar si bocah bisa menikmati waktunya untuk bermain bersama teman-temannya menikmati masa kecilnya.
Namun, para pasien yang sudah tidak menggunakan akal sehatnya ini terus menerus melakukan segala cara untuk mengobati penyakit mereka dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Ponari. Akhir-akhir ini, para pendatang beramai-ramai mengambil tanah dan air selokan di sekitar rumah Ponari dengan mengharapkan kesembuhan. Mereka benar-benar tidak menggunakan akal mereka lagi. Kesembuhanlah yang hanya ada di pikiran mereka, karena mereka tidak percaya pada lagi pengobatan medis, sebab selama ini penyakit mereka tidak pernah sembuh walaupun sudah berobat berulang kali dan mengeluarkan banyak biaya. Namun yang ditakutkan adalah pikiran masyarakat yang tidak rasional lagi itu akan mengakibatkan kemusyrikan. MUI pun menginginkan pengobatan dihentikan karena kekhawatirannya akan kemusyrikan yang mungkin saja terjadi. Namun, ketika wartawan menanyai salah satu pasien yang masih rela menunggu Ponari ini, pasien berpendapat bahwa keberhasilan pengobatan Ponari ini datangnya dari Allah, sedangkan Ponari merupakan media perantaranya saja. Hmm, semoga saja keyakinan seperti itulah yang ada di setiap pemikiran para pasien yang menyerbu rumah Ponari ini.
Kini sang Bocah dan batu bertuahnya beserta keluarga diungsikan ke suatu tempat yang tidak diketahui oleh pasien-pasiennya, diberitakan bahwa Poari berada di rumah salah satu bibinya.

Ponari pembawa rezeki
Tidak terasa, pengobatan ponari ini memberikan banyak keuntungan bagi banyak pihak. Baik bagi pihak keluarganya sendiri, tetangga sekitar, si pemilik rumah, desanya, bahkan salah satu penerbit buku dan para distributornya.
Keuntungan yang diperoleh Ponari dari hasil pengobatannya utuk beberapa pekan ini telah digunakan untuk membangun mesjid di desanya. Tentu saja itu untuk kepentingan umum. Selain memberikan keuntungan untuk desanya, rezeki dadakan pun dirasakan oleh orang-orang kecil lainnya, yang berusaha menjajakan buku terbitan suatu penerbit buku di Surabaya, yang berisikan asal-usul ponari dan pengobatan yang dilakukan si dukun, yang berharga Rp 5 ribu perbukunya, dan buku tersebut laris terjual, karena banyaknya masyarakat yang masih penasaran dengan keajaiban si dukun cilik ini.

Apa kata Orang Sakti lainnya?
Mama Loreng dan ki Gendeng pun ikut berpendapat terhadap fenomena Ponari ini. Di pihak mama Loreng, ia beranggapan bahwa yang menyembuhkan penyakit para pasien Ponari ini adalah air yang juga menjadi media pengobatan Ponari, bukanlah batu titisan petir itu. Sedangkan di pihak ki Gendeng berpendapat bahwa kesaktian Ponari ini hanyalah bersifat sementara, tidak akan bertahan sampai ia dewasa. Hohoho, apakah mereka takut tersaingi ??? tetapi, keluarga Ponari pun memberikan komentar bahwa batu yang didapat Ponari ini bukanlah batu biasa, melainkan mbah Selo, seorang pemuka jawa yang sakti, baik, penolong dan disegani pada masanya. Yaa, begitulah pemikiran orang-orang yang masih memegang kepercayaan terhadap hal-hal mistik.
Namun, dari kacamata medis, memang ada kesembuhan yang didapat karena sugesti atau kepercayaan pasien terhadap sesuatu, dengan sugesti tersebut masyarakat merasa bahwa dirinya akan sembuh, sehingga harapan akan sembuh itulah yang menyembuhkan penyakitnya. Pengobatan ini dikenal dengan jenis pengobatan menggunakan efek Plasebo. Dimana Ponari dan batu bertuahnya ini sebagai plasebonya.

Pengobatan alternatif lainnya
Kini, tidak hanya Ponari yang mempunyai batu bertuah ajaib itu. Cak mat, seorang lelaki buta, juga mengaku mempunyai batu ajaib titisan petir dan mengaku bahwa penglihatannya yang buta selama ini berangsur-agsur membaik dan sedikit demi sedikit bisa melihat lebih jelas. Karena pengakuan pak Ahmad yang biasa dikenal cak Mat ini, menjadikan tetangga di sekitarnya mulai mengunjungi rumahnya dan memintakan pengobatan alternatif dengan media air seperti yang dilakukan oleh ponari. Padahal tadinya cak Mat berjanji tidak akan enggunakan batu tersebut untuk pengobatan seperti yang dilakukan oleh Ponari. Namun karena ia merasa tak enak dengan tetanggganya, sehingga ia mengiyakan dan mengikuti jejak Ponari.
Selain itu ada juga pengobatan alernatif lainnya, yaitu dengan menggunakan lantai panas di dalam salah satu rumah warga desa. Namun, pengobatan ini telah lama dibuka, sehingga banyak pasien yang sudah datang kerumah tersebut untuk mengobati penyakit mereka dengan pengobatan alternatif ala lantai panas ini.
Pilihan masyarakat yang lebih condong pada pegobatan alternatif untuk megobati penyakitnya ini dikarenakan pengobatan medis yang selama ini sangatlah mahal tidak terjangkau oleh pasien yang merupakan rakyat kecil dan belum bisa memberikan hasil yang diharapkan oleh para pasien tersebut. Sedangkan pengobatan murah yang telah diadakan pemerintah selama ini, kualitas dan pelayanannya sangatlah mengecewakan, dan sangat diskriminan tentunya. Dengan alasan pengobatan medis yang mahal dan tidak memuaskan, mereka lebih memilih pengobatan alternatif yang lebih murah dan lebih mudah ini.
Heem, begitulah negara kita yang merupakan negara berkembang, bukanlah negara maju. Semua butuh proses, dan proses tersebut agar mencapai hasil yang diinginkan butuh partisipasi semua pihak, baik pengelola, ataupun pemakai.
Oleh karena itu, mari kita sama-sama ikut berpartisipasi dalam pembangunan negara, agar negara kita punya taraf kehidupan yang lebih baik untuk kedepannya.

Semangat untuk Ponari dan Keluarga, jangan sampai kejadian ini membuat kalian dan yang lainnya menjadi rusak aqidahnya. Ambillah sisi positifnya untuk pengobatan bagi orang-orang tak mampu.

Cheeeerrrsss !!!

phiiPotterPoona

9 thoughts on “ponari dan Batu Bertuah

  1. laras berkata:

    kemarin, hari selasa 17feb ponari buka lagi tuh t4 praktiknya
    bahkan banyak juga orang2 laen yang ikut2an buka praktik pengobatan mirip punya ponari
    ckckck
    smoga aqidah mereka ga rusak ya
    bahaya, bisa jadi musyrik

  2. beii berkata:

    lagian kalau mau brobat ke rumah sakit mahal sih
    ya alternatiflah jadi jalan pengobatan satu2nya
    ga semua rakyat mampu buat oprasi,
    jangankan operasi, buat beli obat aja ngutang sana-sini

    tapi, semoga yg dilakukan ponari bisa membantu bnyak orang ga mampu tanpa merusak keyakinan mereka terhadap agama masing2

    sukses untuk Ponari

  3. nazar berkata:

    Benar Sabda Rasulullah SAW “kemiskinan mejerumuskan kita ke jurang kekafiran” karena miskin tak mampu berobat akhirnya tempu jalan pintas ke Dukun oleh setan disugesti seperti sembuh semakin yakin dengan sang dukun semakin jauh dari Allah, yang lebih miris pernyataan sang kyai setempat itu adalah mukjizat…jangan ditutup tempat prakteknya… (naudzubillah) semoga Allah mengampuni beliau bagaimana mungkin itu adalah mukjizat? adakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat yang bisa digunakan terus menerus? padahal beliau kekasihNya… Bangun! wahai saudaraku seiman Islam adalah agama Rasional, hanya satu tempat perlindungan, hanya satu tempat meminta, hanya satu tempat memuja/beribadah, hanya satu yang dapat menyembuhkan….Allahu Akbar (ampuni kami ya Allah)

  4. iia,
    skrg gag hanya ponari yang buka praktik pengobatan gitu
    banyak banget ponari-ponari lain yang muncul.
    dan parahnya lagi, masyarakat smakin antusias dengan pengobatan seperti ini.
    sepertinya emang bener-bener ada campur tangan setan yang menghasut n mau merusak akidah mereka,
    naudzubillahimindzalik

  5. mitha berkata:

    apapun alasan panitia pengobatan dan pasien, tetep aja menjurus ke syirik,,buktinya tanah kotor dan aer selokan aja rela buat diminum,, apa ga rusak noh keyakinan mereka?? ga percaya ama tuhan mereka lagi…pweh !

  6. rumahherbalku berkata:

    Iya, dan kayaknya daftarnya bakalan tambah puanjaaaanggg mengingat Ponari dah sukses jadi bintang tamu di acara BUKAN4MATA and buanyakk yang mo nawarin si kecil ini jadi bintang iklan!
    Duh, Ponari… Ponari… mau jadi Mbah Marijan ke-dua di dunia iklan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s