[CAB 15-16] mereka sakit, mereka harus diobati


Sudah lewat 1 bulan dari blok 16, blok kejiwaan, dimana saya banyak belajar mengenai penyakit-penyakit kejiwaan yang ada. Sebelum belajar tentang blok ini, awalnya saya berfikir bahwa yang namanya sakit jiwa ya tentu saja samadengan GILA, tapi nyatanya, ada ratusan jenis penyakit jiwa yang sudah terklasifikasikan oleh ahlinya.Ya, belajar kejiwaan memang asik, bisa mengetahui karakter2 kejiwaan seseorang dengan panduan yang sudah dibuat oleh para ahli.

satu pelajaran berharga di blok 16 ini, setelah saya dan teman2 sepermainan berkelana ke bangsal-bangsal di Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar Palembang, kami menyimpulkan bahwa penyakit jiwa ga mengenal usia, jabatan, ras, jenis kelamin, dan status lainnya, siapa saja bisa jadi korbannya. ada pasien yang ternyata seorang politikus dan pejabat negara, namun karena terjerat kasus korupsi, beliau mengalami depresi, sudah 3 bulan hingga hari dimana kami menjelajah tersebut, beliau tidak juga mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. ada juga beberapa mantan pasien yang sudah sembuh, dan mereka dipekerjakan di rumah sakit tersebut. satu nasehat dokter yang saya ingat, yaitu, “seandainya salah satu dari keluarga kita ada yang mengalami gangguan jiwa, ga seharusnya kita menelantarkan dan menganggap mereka tidak ada, atau bahkan mengurung dan memasungnya disuatu tempat terpencil. sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga, memberi kenyamanan, dan membantu pasien dalam penyembuhannya, karena satu-satunya terapi yang paling ampuh untuk mengobati gangguan jiwa adalah dukungan dari keluarga“.

jangan anggap gangguan jiwa yang saya maksud disini hanya ‘gila = schizofren’ saja, banyak penyakit yang sebenarnya merupakan gangguan jiwa yang dianggap lumrah di indonesia, seperti pikun/demensia, latah, amuk/amock, depresi, dan lainnya, semuanya juga butuh peran keluarga untuk membantu kesembuhan pasien. dan jangan sampai ada lagi terdengar kabar bahwa para penderita gangguan jiwa dipasung oleh keluarganya sendiri. sumpah, hal ini sangat menyakitkan dan menyedihkan, mereka pasti ingin sembuh, dan mereka butuh diobati. yakinlah, mereka pasti sembuh dan akan lebih baik.

hal lain yang diharapkan Setelah belajar kejiwaan ini, adalah agar saya bisa mengetahui sifat dan kelainan jiwa/kepribadian yang *mungkin* saya miliki, dan sebisa mungkin menghindari faktor resiko terjadinya penyakit-penyakit jiwa tersebut. Menurut saya, salah satu factor resiko tersering penyebab terjadinya gangguan jiwa yang melanda para pelajar dan mahasiswa adalah tekanan untuk belajar menghadapi ujian, tekanan ketika menghadapi ujian dan mendapati bahwa dirinya sedang tidak beruntung, dan tekanan bila ia mendapat nilai yang tidak memuaskan setelah ujian tersebut. Banyak sih masalah lain yang bisa mengakibatkan gangguan psikologis seseorang, misalnya masalah keluarga, masalah kalo lagi habis uang jajan dan utang udah numpuk, masalah lagi marahan sama pacar, masalah ga bisa makan, ga bisa tidur, bahkan ga bisa kentut juga bisa jadi masalah kalau lagi didepan orang banyak *oke, abaikan!*

Tapi, menurut orang-orang bijak disekitar saya, mereka bilang “Ga Stress ya Ga Belajar”, kadang ada benarnya. stress memang merupakan ujian, tergantung cara kita untuk menghadapi dan menyelesaikannya bagaimana, kalau berhasil menjadi sebuah pelajaran, dan kalau gagal tentu saja jadi gila :p. tapi, bukankah Allah tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan umatnya? makin tinggi tingkat keimanan, makin berat juga Allah memberikan cobaan, tidak lain untuk meningkatkan iman umat itu sendiri.

Oke, langsung menuju point utama postingan ini *niatnya ngelist ujian blok 16, eh malah ngalorngidul postingannya, kebiasaan!*

UJIAN BLOK 16 FK UNSRI

MCQ : seperti biasaaa, lahap habis semua IT dan text book yang ada, kalo berhasil khatam semua itu, insyaallah nilai terjamin *jangan kyk saya yg cm blajar setengah2 -__-*

SOCA : ada 5 skenario, Demensia Tipe Alzheimer, Skizoafektif, Autistic Spectrum Disorder, Somatoform, Manik tanpa psikotik. Sebagian besar kasus sama dengan *contekan warisan turuntemurun* panduan yang sudah ada, dan sebagian lagi sama dengan kasus tutorial yang ada.

OSCE : ada 4 meja, meja 1 : alloanamnesis, meja 2 : autoanamnesis, observasi, status psikiatri, meja 3 : pemeriksaan penunjang, diagnosis banding, diagnosis kerja, meja 4 : penatalaksanaan, prognosis, komplikasi

Scenario kasusnya ada 5 : Depresi, Autis, Alzheimer, Schizofreni, MCI (Mild Cognitive Impairment)

Oh iya, mulai dari blok 16 ini, MCQ harus pakai Pensil 2B, FK UNSRI sekarang udah canggih gitu deh ya, ikut2an  pake lembar LJK segala *makan waktu deh ngebunder2in jawaban*. Dan peraturan lainnya, waktu ujian, NO JEANS, NO KAOS oblong, harus pake ROK dibawah lutut, cowo harus pake celana dasar, dan harus pake sepatu, kalo ga, mines 25% *25% ?! nilai aja dapet 60-70% udah lumayan, gimana bisa ngurangin 25%?! sumpah ini peraturan lebay!*

Anyway, sekalian mau ngelist ujian blok 15 kemarin, sumpah males banget mengingatnya! Bisa dibilang ini BLOK TERKACAU sejagat FK UNSRI, huahuahua *mulai gila!*

Blok 15, neurosensori, blok paling rumit menurut saya *sebenernya tiap blok sangat rumit bagi saya, hahaha*, blok ini belajar mengenai saraf, kulit, THT, dan mata. 4 bidang digabung jadi satu dan harus dipelajari dalam waktu satu setengah bulan, ohmygod yaah, ga bisa dong yah, ga bakal bisa maksimal dong yaah belajarnya *ngeluh lagi ngeluh lagi! Ampuuunni anakmu mamak’e bapak’e*. sebenernya, temen2 saya semuanya/mayoritas/minoritas juga ngeluh di blok ini, bukan saya doang *cari pembelaan, haha*. Dan kita sangat berharap nilai blok 15 ini ga dipamer-pamerin di papan pengumuman, tolong ya mbak, mas, GA PERLU DIPAMERKAN ! *ngancem pake suntikkan*. ah, daripada ngeluh bin ngedumel ngga jelas, mending dengan sisa-sisa nafas kita, mari kita berdoa untuk mendapatkan nilai terbaik di blok 15 kemarin. Amiiinn Yarabbal alamin 😀

Karena memang saya sengaja ga mau mengingat-ingat ujian blok 15, jadinya sebagian besar kasus yg diujikan di blok 15 ini udah ga tau kemana memorinya, bener2 ga bisa diinget, astaga -__-.

UJIAN BLOK 15 FK UNSRI

MCQ : as usual, dari IT dan omongan dosen juga penting yaah

OSCE : Cuma inget kasus saya nih, meja 1 : kasus kulit, ada psoriasis, candidiasis, dan 2 kasus lainnya saya lupa -__-“, meja 2 : kasus mata, pemeriksaan diplopia, meja 3 : pemeriksaan fisik, Saraf, meja 4 : tatalaksana kasus di meja 1

SOCA : lupa ada brp scenario, ummmm, kasus scenario yang saya dapet aja lupa ttg apa *parah! Sumpah kebangetan pikunnya!*, yang saya tau dari temen, ada kasus katarak matur & imatur, glaucoma, presbiopi, retinopati diabetic (dalam satu kasus ya), trus ada kasus kulit juga, kasus neuro, sama kasus THT, haha, saya lupa semuanyaa.

SOCA selesai, selesai juga review ujian blok 15 dan 16 dari saya. Untuk lebih jelas lagi, tanyakan langsung pada kakak diktat masing-masing yaa 🙂

heading to blok 17 ObstetriGinekologi ^^ semangat yaaah :DD

pict source : http://suaramerdeka.com/http://news.okezone.com

5 thoughts on “[CAB 15-16] mereka sakit, mereka harus diobati

  1. fitra berkata:

    banyak orang gila yang dipasung di indonesia, apalagi di desa-desa. mereka nggak mau repot dan sangat tidak mungkin untuk membawa orang gila tersebut ke dokter, karena kendala uang tentunya. kalau bisa, ada rumah sakit jiwa yang mau nerima mereka tanpa biaya itu lebih bagus. mudah mudahan pemerintah mau peduli dengan mereka. amin

    • iya, makanya, kalo keluarganya mau bener2 si penderita sembuh, ga seharusnya pake dipasung gitu. kan bisa diobati dengan perhatian dan kasihsayang *korban hari valentine haha*, amin, mudah2an ada berobat gratis buat penderit kelainan jiwa ya mas 🙂
      makasi sudah berkunjung.

  2. masmpep berkata:

    Saya kira persoalan pasung memang lebih banyak karena biaya. Ke RS tak ada biaya. Memberi aksih sayang juga membutuhkan ‘biaya’. Perhatian kadang membutuhkan waktu. Nah, bagi sebagian orang waktu adalah kesempatan untuk bekerja. Memberi perhatian kepada saudara kita ini dengan tidak bekerja juga merepotkan. Karena yang sehat juga perlu makan. Jadi, selain RS gratis, juga ada tunjangan bagi keluarga untuk off dari pekerjaan. Ah. Saya lupa sedang tinggal di negara berkembang. Idealita seperti ini hampir-hampir musykil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s